Perbedaan Speaker Aktif dan Speaker Pasif
Customer Care -

Perbedaan Speaker Aktif dan Speaker Pasif

Perbedaan Speaker Aktif dan Speaker Pasif
2 October
2019


Seringkali kita mendengar kata speaker namun kebanyakan orang tidak menyebutkan aktif atau pasifnya speaker tersebut. Padahal, speaker aktif dan pasif memiliki perbedaan cukup signifikan. Dari segi bahasa pun aktif dan pasif adalah dua akta yang berlawanan. Speaker-speaker yang ada di pasaran memiliki fungsi yang berbeda-beda. Untuk itulah diciptakan dua jenis yang berbeda sesuai kebutuhan. Mari simak perbedaan kedua speaker tersebut.

Speaker Aktif

Speaker yang memiliki amplifier di dalamnya, memerlukan kabel dan aliran listrik untuk menghidupkan amplifier tersebut. Biasanya daya yang dimiliki oleh speaker aktif mulai dari kecil hingga sedang, sehingga speaker ini dapat lebih sering ditemukan di dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan speaker pasif. Speaker aktif biasanya sudah menjadi sepaket yang berisi power amplifier, woofer, sub-woofer, dan tweeter. Pengaturan suara di dalam speaker jenis ini juga sudah diatur dari pabrik, sehingga aada skala tetap dalam menentukan beasr kecilnya suara yang dihasilkan. 

Speaker Pasif

Speaker yang tidak memiliki penguat suara di dalamnya. Perlu amplifier tambahan agar dapat digunakan di dalam rangkaian sound system. Sinyal yang ada harus diperkuat agar dapat menggerakkan spaker pasif. Biasanya speaker pasif ditemukan pada tata suara yang besar atau kompleks. Sistem yang digunakan oleh home theater adalah salah satu contoh penggunaan speaker pasif. Dari sebuah amplifier akan didistribusikan sinyal yang sudah dikuatkan oleh power amplifier pada beberapa box speaker sesuai dengan kebutuhan range atau sinyal produksinya seperti side fill, surround, dan center.

Di dalam tata suara atau sound system untuk acara outdoor pasti memerlukan daya yang cukup besar dan tidak dapat dilakukan oleh sistem speaker aktif yang outputnya berdaya sedang. Maka, sistem yang digunakan adalah metode speaker pasif. Dengan sistem ini, kita dapat menyesuaikan amplifier dengan daya output-nya. Kita juga dapat menggunakan prosesor audio yang dimasukkan sebelum tersambung ke power amplifier dan dialirkan ke setiap speaker. Dalam penggunaan speaker pasif, kita dapat menambah atau mengurangi jumlah speaker sesuai dengan daya yang dimiliki oleh amplifier. Panggung-panggung besar biasanya menggunkan sistem line array, yaitu dengan cara meletakkan speaker-speaker di tempat yang sudah ditentukan di dekat panggung, kemudian Front of House (FOH) akan mendistribusikan power ke setiap channel melalui mixer.

Setelah mengetahui pengertian dan fungsi masing-masing kedua speaker di atas, jadi terlihat jelas bedanya. Satu diciptakan untuk keperluan dengan pendengar berskala kecil (baik pribadi maupun kumpulan orang dalam jumlah sedikit), yang lainnya diciptakan untuk kebutuhan lapangan atau kegiatan di luar ruangan dengan jumlah pendengar yang lebih banyak. Perangkat yang dibutuhkan pun lebih banyak sehingga dapat mencapai telinga pendengar di jarak yang lebih jauh.

Add Comment