Tips Memilih Headset Yang Baik Untuk Telinga
Customer Care -

Tips Memilih Headset Yang Baik Untuk Telinga

Tips Memilih Headset Yang Baik Untuk Telinga
23 April
2019

Anda sering mendengarkan musik melalui headset? Pastikan menggunakan jenis headset yang baik untuk telinga. Agar tidak mengganggu kesehatan indera pendengaran, tentunya Anda perlu menemukan headset yang tidak hanya keren namun juga memliki spesifikasi yang baik.

 

Sebelum lanjut ke tips menemukan jenis headset yang baik untuk telinga, ada baiknya Anda perlu tahu terlebih dahulu apa perbedaan antara headset, earphone, dan headphone?

 

Headset adalah satu set perangakt audio yang terdiri dari headphone (yang dipasang di kepala) atau earphone dan juga microphone yang tergabung dalam satu kesatuan. Sedangkan earphone atau headphone adalah salah satu komponen headset tanpa dilengkapi microphone. Namun ada juga perangkat headphone yang disertai microphone sebagai pelengkap. Nah, apa saja jenis headset yang direkomendasikan?

 

Perhatikan Frekuensinya

Setiap headset diproduksi dengan spesifikasi tersendiri. Semakin lengkap speknya biasanya semakin bagus produknya. Selain itu juga senantiasa memperhatikan kenyaman bagi telinga. Sejumlah spesifikasi yang penting untuk selalu dicermati adalah sensitivitas, impedance dan frekuensinya.

Anda harus memahami kemampuan headset saat merespon frekuensi dari gelombang suaranya. Kalau perangkat ini mempunyai rentang frekuensi besar, maka masuk kategori jenis headset yang bagus. Selain itu, makin rendah frekuensi bawah, dan makin tinggi frekuensi atasnya maka headsetnya tergolong berkualitas.

 

Oleh karena, produk headset itu bisa menghasilkan suara dengan frekuensi rendah, yang bisa saja umumnya tak terdengar. Sebagai contoh frekuensi dalam rentang 4 Hz sampai dengan 30.000 Hz. Angka 4 Hz adalah saura bass, sedangkan suara treble-nya mencapai 30.000 Hz. Kalau frekuensi ujung bertambah tinggi, makin lengkap kualitas suaranya.

 

Cermati Impedancenya

Hambatan atau impedance juga harus dicermati kala membeli headset. Pada umumnya headset mempunyai nilai hambatan berkisar 32 ohm. Impedance-nya dianggap rendah kalau nilainya antara 15 ohm sampai dengan 150 ohm. Nah, untuk hambatan bernilai tinggi melebihi 150 ohm.

Hambatan sebagai petunjuk resistensi di dalam headset. Kualitas audio tidak ditentukan oleh tinggi rendahnya nilai hambatannya. Oleh karena itu, Anda bisa mengaturnya sesuai keinginan. Nah, dengan panduan ini maka Anda bisa menentukan jenis headset yang baik untuk telinga.

 

Perhatikan sensitivitasnya

Nah, untuk sensitivitas ditampilkan dengan tulisan Sound Pressure Level atau SPL. Satuan yang digunakan adalah desibel atau watt (mW). Sebagai contoh 114 dB/mW. Dengan sensitivitas tersebut maka Anda bisa mengerti kekerasan dari suaranya. Bila angkanya semakin besar, maka suara yang dikeluarkan bertambah keras. Jadi tidak perlu lagi menambah volume dari playernya.


Tak hanya itu, bertambah tinggi nilainya maka semakin kecil pula daya listriknya. Dengan begitu, headset tersebut tidak akan berpengaruh besar terhadap kesehatan indera pendengaran. Sangat disarankan hanya memilih headset dengan nilai sensitivitas kurang dari 85 dB. Penting juga untuk memperhatikan kabel pada headsetnya. Model double side biasanya digunakan agar sesuai dengan jenis headset yang baik untuk telinga.

 

Add Comment